Archive for the ‘Science & Mistery’ Category

Ditemukan 32 ExoPlanet….

Posted: 24 Oktober 2009 in Science & Mistery

Tiga puluh dua exoplanet kembali ditemukan oleh High Accuracy Radial Velocity Planet Searcher atau HARPS, spektrograf untuk teleskop 3,6 meter miik ESO. HARPS saat ini, merupakan alat dengan tingkat presisi paling tinggi dalam menemukan sebuah dunia baru.

Gliese 667, gambar artis. kredit : ESO/L. Calçada

Hasil penemuan tersebut dipaparkan oleh Stéphane Udry dan rekan-rekannya dalam konferensi exoplanet ESO/CAUP di Porto. Hasil tersebut sekaligus juga meningkatkan jumlah planet bermassa rendah sebanyak 30%. Tak hanya itu,  dalam 5 tahun terakhir HARPS telah berhasil menemukan 75 dari 400 exoplanet yang ada saat ini.  Dan yang menarik ke-75 exoplanet yang ditemukan tersebut berasal dari 30 sistem keplanetan yang berbeda.

Tingkat presisi HARPS yang tinggi, memungkinkan pencarian planet bermassa Bumi yang dikenal sebagai planet super-Bumi dan planet serupa Neptunus. Dan kali ini, HARPS memfasilitasi penemuan 24 dari 28 planet dengan massa di bawah 20 massa Bumi. Sama halnya dengan planet super-Bumi ssebelumnya, sebagian besar planet yang berkandidat memiliki massa rendah berada dalam sistem multi planet dengan perkiraan sekitar 5 planet per sistem.

Pada tahun 1999, ESO memberi kesempatan untuk pembangunan spektograf resolusi tinggi yang disertai tingkat presisi sangat tinggi untuk teleskop 3,6 meter milik ESO di La Silla, Chile. Saat itu Michel Mayor dari Geneva Observatory memimpin konsorsium untuk membangun HARPS yang kemudian dipasang pada tahun 2003 dan dengan segera melaksanakan tugasnya mengukur gerak bolak balik bintang. Dalam pengamatannya HARPS mendeteksi perubahan kecil dalam kecepatan radial bintang – sampai pada gerak 3,5 km/jam-. Dan tentunya ia sangat berpotensi dalam pengamatan extrasolar planet.

Konsorsium HARPS sendiri diperkenankan untuk memiliki 100 malam pengamatan setiap tahunnya selama 5 tahun dan melakukan pengukuran kecepatan radial pada ratusan bintang yang diperkirakan memiliki sistem keplanetan.  Hasil pengamatan HARPS tak hanya menemukan plnaet baru namun juga memberi gambaran baru akan keragaman sistem keplanetan. Dengan demikian para astronom diharapkan dapat memahami pembentukan planet.

Tak bisa dipungkiri program tersebut berhasil sangat baik. Dengan HARPS, Michel Mayor dan timnya berhasil melakukan penemuan-penemuan hebat. Tahun 2004 Mayor dan tim menemukan planet super Bumi pertama (disekeliling µ Ara). Tahun 2006 ditemukan trio Neptunus di sekitar HD 69830. Tahun 2007 ditemukan Gliese 581d – planet super Bumi pertama yang berada dalam zona habitasi bintang bermassa kecil. Dan di tahun 2009, Mayor dan tim kembali menemukan exoplanet paling ringan yang mengelilingi bintang normal. Selain itu ditemukan Gliese 581e dan yang paling baru adalah dunia yang berpotensi diselubungi lava dengan kerapatan mirip dengan Bumi.

Dalam melakukan pengamatan, Konsorsium HARPS sangat selektif saat memilih targetnya. Mereka memilih untuk mlakukan pencarian planet dengan mengamati beberapa bintang serupa Matahari, bintang katai bermassa rendah atau bintang yang memiliki kandungan logam lebih sedikit dari Matahari. Dan dari pengamatan tersebut, jumlah exoplanet di sekeliling bintang katai M meningkat drastis termasuk di dalamnya planet super Bumi dan beberapa planet raksasa yang justru jadi tantangan baru dalam memahami pembentukan planet.

Menurut Xavier Bonfils, salah satu penulis dalam penemuan ini, “dengan mentargetkan bintang katai M, jauh lebih memungkinkan untuk bisa menemukan exoplanet dengan massa dan temperatur super Bumi dan sebagian di antaranya berada dekat atau di dalam zona habitasi di sekitar bintang.”

Tim ini juga menemukan 3 kandidat exoplanet di sekeliling bintang yang kekurangan logam (logamnya hanya sedikit). Bintang tipe ini sebenarnya diperkirakan sangat kecil kemungkinan untuk membentuk planet dari piringan kaya logam di sekeliling bintang muda. Namun, pada bintang tipe miskin-logam ini ditemukan planet dengan massa beberapa massa Jupiter. Penemuan ini jadi penting dalam mempertimbangkan kembali model pembentukan planet.

Sumber : LAngit selatan

Iklan
Gambaran seorang peluis tentang kiamat 2012

Gambaran seorang peluis tentang kiamat 2012

Apa yang menarik dari tahun ini sich??? Tahun 2012 adalah tahun setelah 2011 dan tidak ada yang menarik dari tahun ini, tidak ada perbedaan antara tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, sekarang seluruh orang di dunia membicarakan tahun ini. Hayo tebak apa??? Yap… Benar, tentang ramalan berakhirnya dunia yang kita tinggali sekarang ini atau kiamat. Ini salah satu dari akibat maraknya pemberitaan mengenai umur dunia dengan kalender maya. Suku Maya adalah suku yang tinggal di teluk antara Guatemala dan Meksiko ini pada tahun 1800 SM-900 M, menurut para arkeolog bangsa ini dianggap memiliki kemajuan didalam perhitungan tentang waktu dan penanggalan. Suku ini memiliki keterikatan yang kuat dengan kepercayaan yang mereka yakini sehingga mereka pun memasukan waktu-waktu peribadahannya didalam pembuatan penanggalannya. Lantas apa hubungannya dengan kalender suku maya.

Apa itu kalender Maya?

Ini merupakan kalender yang disusun oleh suku Maya pada kisaran 250-900 M mengalami kemajuan. Dari bukti-bukti sejarah, masyarakat suku Maya memang memiliki kemampuan menulis yang baik dan juga kemampuan untuk membangun kota dan perencanaan kota. Dalam hal membangun, Suku Maya terkenal dengan bangunan piramida dan berbagai bangunan besar lainnya. Tak hanya itu, dalam kebudayaan, peradaban suku Maya memberi pengaruh yang sangat besar pada kebudayaan Amerika Tengah. Pengaruh itu bukan hanya dalam hal peradaban namun juga dalam hal populasi pribumi di area tersebut. Sampai saat ini, sejumlah Suku Maya masih tetap ada dan meneruskan tradisi mereka yang telah berumur ribuan tahun itu. Suku Maya dalam kehidupannya menggunakan beberapa kalender berbeda. Bagi mereka, waktu merupakan penghubung dengan lingkaran spiritual. Kalender memang digunakan untuk hal-hal praktis seperti untuk kehidupan sosial, pertanian, perdagangan dan berbagai keperluan administratif. Namun dipercaya ada elemen religi yang besar di dalamnya yang memberi pengaruh.

Bagi suku Maya, setiap hari memiliki ruh pelindung yang berbeda sehingga setiap hari memiliki fungsi yang berbeda pula. Sangat berbeda dengan kehidupan modern dengan kalender Gregorian yang hanya menetapkan kalender sebagai waktu yang terkait dengan hal-hal administratif, kehidupan sosial dan keperluan ekonomi. Kebanyakan kalender Maya memiliki rentang waktu pendek. • Kalender Tzolk’in berakhir dalam 260 hari • Kalender Haab’ memberi perkiraan 1 tahun Matahari yakni 365 hari. Suku Maya kemudian menggabungkan kedua kalender ini membentuk “Calendar Round”, siklus yang akan berakhir setelah 52 Haab (sekitar 52 tahun atau kisaran panjangnya satu generasi). Di dalam “Calendar round” terdapat Trecena ( siklus 13 hari) dan Veintena (siklus 20 hari). Tampaknya, sistem siklus ini berlaku dengan mempertimbangkan jumlah hari dalam 52 tahun adalah 18980 hari. Untuk bangsa Maya, sains dan agama adalah satu. Mereka membangun sistem matematika dan astronomi yang cukup impresif, terkait dengan kepercayaan mereka. Pencapaian dalam hal matematika bisa dilihat pada notasi posisi dan penggunaan angka nol.

Dalam astronomi, mereka secara akurat menghitung tahun Matahari, melakukan kompilasi tabel posisi bulan dan Venus, serta memprediksi Gerhana Matahari. Suku Maya juga memiliki penanggalan untuk “siklus Venus” yang cukup akurat. Kalender Venus ini dibuat berdasarkan lokasi Venus di langit malam. Hal yang sama tampaknya juga dilakukan pada planet-planet lainnya. Sistem “Calendar Round” ini memang sangat baik untuk mengingat hari kelahiran atau periode keagamaan. Namun, untuk merekam sejarah, kalender ini tak bisa dijadikan patokan karena tak dapat merekam kejadian yang lebih tua dari 52 tahun.

Akhir Perhitungan Panjang = Akhir Dunia?

Karena tak bisa merekam kejadian sejarah yang lebih tua dari 52 tahun, Suku Maya punya solusi lain. Dengan metode yang cukup inovatif, mereka bisa memperluas jangkauan “Calendar Round” yang tadinya cuma 52 tahun itu. Sampai di titik ini, kalender Maya akan tampak sangat kuno, bahkan bisa dikatakan dibuat hanya berdasarkan kepercayaan religi, siklus bulan, kalkulasi matematika dengan siklus atau unit 13 dan 20 sebagai dasar perhitungan disertai campuran kepercayaan mitologi. Satu-satunya prinsip kalender yang memiliki korelasi dengan kalender modern hanyalah Haab yang mengenali panjang tahun Matahari yakni 365 hari. Sebagai jawaban atas penanggalan yang lebih panjang, Suku Maya membuat sistem penanggalan “Long Count” atau “Perhitungan Panjang”, kalender yang akan berakhir setelah 5126 tahun.

Sistem penanggalan Maya untuk “Long Count” ini memang menarik, dan secara numerik dapat diprediksi dan bisa dengan akurat menunjuk pada penanggalan dalam sejarah. Penanggalan ini bergantung pada basik perhitungan dengan unit 20. Kalender modern saat ini menggunakan dasar perhitungan dengan unit 10. Nah bagaimana perhitungannya? Tahun dalam “Long Count” kalender Maya, dimulai dari 0.0.0.0.0. Tiap angka 0 merepresentasikan angka 0-19, dan setiap angka merepresentasikan perhitungan hari-hari suku Maya. Untuk hari pertama, kalendernya akan seperti ini : 0.0.0.0.1 dan pada hari ke-19 akan menjadi 0.0.0.0.19. Jika mencapai angka 20, kalendernya akan jadi : 0.0.0.1.0. Perhitungan ini akan menunjukkan 0.0.1.0.0 untuk satu tahun dan 0.1.0.0.0 untuk kisaran 20 tahun dan 1.0.0.0.0 utuk kisaran 400 tahun. Maka, penanggalan 2.10.12.7.1 akan melambangkan penanggalan untuk hari ke-1 di bulan ke-7 dan tahun 1012.

Lantas, apa hubungannya dengan akhir dunia? Suku Maya sangat terobsesi dengan waktu

Pemahaman dan prediksi berbagai siklus waktu akan memberi mereka kemampuan untuk mengadaptasinya dalam kehidupan di dunia. Menurut kosmologi bangsa Maya, dunia ini telah diciptakan 5 kali dan dihancurkan 4 kali. Dalam skala yang sementara, berbagai hari di dalam satu tahun dianggap cocok untuk aktivitas tertentu, sedangkan sebagian lainnya merupakan ketidakberuntungan. Nah, menurut kepercayaan suku Maya, sesuatu yang buruk akan terjadi jika kalender “Long Count” berakhir. Berbagai pembagian dilakukan para ahli, namun karena suku Maya mendasarkan perhitungan numerik pada siklus 13 dan 20, maka bisa jadi hari terakhir kalender mereka adalah 13.0.0.0.0. Kapankah itu? Angka 13.0.0.0.0 merepresentasikan 5126 tahun dan “Long Count” ini berawal pada 0.0.0.0.0 yakni 11 Agustus 3114 SM menurut penanggalan Gregorian. Nah, dengan demikian, kalender Maya akan berakhir 5126 tahun kemudian, yakni 21 Desember 2012. Inilah yang jadi dasar pemikiran tentang kiamat yang ditafsirkan dari kalender tersebut. Ramalan Peristiwa Pada Tahun 2012

Sebenarnya apa sih yang akan terjadi pada bumi di tanggal itu(21/12/2012)? KIAMAT! Demikian menurut para ahli, dengan berbagai cara dan sumber malapetaka yang akan membuat bumi berada dalam keadaan berhenti total atau hancur lebur. Berikut adalah penjelasannya.

PERTAMA dikatakan bahwa pada tanggal tersebut, matahari akan menutupi bumi dari hubungan garis lurus dengan Galaksi kita. Posisi matahari yang sedemikian, akan memutus “tali pusar” bumi dengan pusat Galaksi, fenomena yang hanya akan terjadi 26.000 tahun sekali dan akan menyebabkan bencana musim dingin berkepanjangan, atau mungkin bahkan adanya lidah matahari yang menjadi sangat panjang dan menjilat atmosfir atau bahkan permukaan bumi dan membakar semua kehidupan ,“Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa,” kata Patrick Geryl kepada ABC News. “Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi.” Kata Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih. Prediksi bintik matahari dari tahun 1995-2020 Seiring dengan kemajuan studi fisika Matahari, manusia telah belajar dan mengamati, bahwa ada kalanya Matahari menyemburkan sulur-sulur lidah api berenergi tinggi, dikenal sebagai flare Matahari, yang disertai pelontaran massa partikel berenergi tinggi. Ada kalanya pelontaran tersebut mencapai ke planet Bumi. Ada kalanya Matahari sangat aktif, dan ketika aktivitas tersebut mempengaruhi Bumi, dan masyarakat di belahan Utara-Selatan Bumi memandanginya sebagai fenomena ‘aurora’. Itu hanyalah salah satu tanda bahwa, Bumi tidak bisa tidak akan terpengaruh oleh aktivitas yang muncul dari Matahari. Tetapi selama hidupnya, planet Bumi tetap dapat mengungkung kehidupan yang ada di dalamnya. Seberapapun kekuatan gangguan yang muncul dari Matahari, kehidupan tetap berlangsung. Dari studi fisika Matahari, didapatkan bahwa ada pola waktu yang menentukan apakah Matahari sedang aktif atau sedang tenang, dikenal sebagai pola 11 tahunan. Studi terkini memperkirakan bahwa Matahari akan kembali pada puncak aktivitas dari siklus 11-tahunannya itu di sekitar tahun 2012, (kurang lebih). Pada saat aktif tersebut, maka akan makin banyak sulur-sulur api terjadi dan semakin banyak materi dilontarkan dari Matahari, dan tidak tertutup kemungkinan bisa mengenai lingkungan Bumi. Apakah kemudian, terjadi kiamat? Telah sekian milyar tahun Bumi dihajar oleh sulur-sulur api dari Matahari, tetapi Bumi masih utuh.

KEDUA dikatakan pula bahwa pada tanggal tersebut akan terjadi pembalikan titik magnet bumi, entah secara mendadak atau secara perlahan, tapi yang jelas, utara akan menjadi selatan, dan sebaliknya, matahari akan terbit dari barat dan seterusnya. Intinya, bencana akan timbul karena perubahan mendadak yang menyebabkan gravitasi dan medan magnet berantakan, angin dan gempa bumi, aliran air juga akan terpengaruh dan berbagai bencana alam akan terjadi serempak Investigasi lanjutan mengenai anomali-anomali 2012 tiba pada verifikasi ilmiah yang paling menggetarkan : Prediksi NASA bahwa dalam beberapa tahun ke depan ada kemungkinan terjadi perubahan kutub magnet bumi-yang merupakan siklus ribuan tahun dari planet dan bintang. Meski sulit dipercaya, sebagai contoh NASA mengatakan bahwa pada tahun 2001 bintang kita -matahariku, yang dinyanyikan Agnes telah mengalami perubahan kutub tersebut. Namun, karena massa matahari relatif uniform dan kita tidak tinggal disana maka manusia relatif tidak merasakan perubahan ini. Seperti kita ketahui bumi dapat diibaratkan sebutir telur dimana kulit telur adalah daratan dan lautan tempat kita berpijak, dan cairan telur adalah material vulkanis logam cair dan inti bumi adalah kuning telur yang merupakan logam padat bersuhu tinggi. Dan inti bumi inilah yang memiliki medan magnet yang keluar dari kutub utara menuju kutub selatan yang dikenal dengan Sabuk Van Hallen. Medan magnet ini melindungi bumi dari sinar kosmis matahari yang memungkinkan kehidupan berjalan dengan normal.

KETIGA diramalkan matahari akan menjadi sangat luar biasa aktif dan menyebabkan panas luar biasa yang mencapai bumi, apalagi karena atmosfir kita yang menipis dan berlubang, hanya akan menyebabkan pemanasan secara radikal, yang selanjutnya bisa Anda saksikan seperti di film The Day After Tommorow Dalam beberapa dekade terakhir dinyatakan kutub utara telah bergeser dalam derajat yang signifikan, dan tidak ada yang bisa memastikan kapan terjadi pergeseran total kutub Utara menjadi kutub Selatan ini. Bisa dalam hitungan tahun, atau masih ratusan tahun lagi (ref:NASA). Bukan berarti bumi yang berputar balik, tapi karena inti bumi dan kerak bumi diisi oleh cairan, posisi inti dan keraklah yang sebenarnya berputar (Seperti kuning telur berputar didalam telur yang sedang diam). Satu hal yang bisa dipastikan adalah jarum kompas kita tidak akan lagi menunjuk ke arah utara namun mengikuti kutub magnet Utara yang sudah pindah di Selatan.

Kutub magnet bumi berubah tahun 2012That’s it? Cuma jarum kompas berubah arah? Mungkin saja. Worst scenarionya malah kemungkinan terjadi sedikit gangguan magnetik yang bisa merusak peralatan elektronik, satelit, pembangkit listrik atau piranti teknologi lainnya. Ooh, jadi sebenarnya kita tidak perlu khawatir kan? Seperti prediksi badai matahari di tahun 2012 yang diulas kompas, upaya pemerintah mungkin lebih kepada mitigasi terhadap kerusakan peralatan GPS dan sarana telekomunikasi. Jadi benarkah kita tidak perlu khawatir? Coba dipikirkan lagi, apabila kutub magnetik Utara bumi ada di Selatan, darimanakah Matahari kita akan terbit? Barat donk…..

KEEMPAT salah seorang fisikawan di UC Berkeley mengatakan bahwa 65 juta tahun lalu, adanya tumbukan asteroid raksasa yang memicu berbagai reaksi dalam bumi yang mengakibatkan dinosaurus musnah dalam waktu yang sangat singkat dan bisa dikatakan hampir bersamaan. Menurut sumber fisikawan yang tidak diketahui namanya tadi, dengan siklus perhitungan ilmiah (yang tidak diketahui juga prosesnya) kejadian yang sama akan terjadi dalam waktu singkat, kapan? ya 2012 tadi… O yah.. ada teori lain yang mendukung, adalah adanya teori Planet Nibiru yang adalah asteroid ini.

KELIMA para ahli Geofisika dari Rusia menyebutkan bahwa adanya medan awan energi antar bintang. Medan awan energi inilah yang merusak keseimbangan energi dalam susunan tata surya berbagai bintang yang ada, dan pada tahun 2012 sampai 2020, tata surya kita ini yang akan dilanda oleh awan energi perusak ini.

Alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Ada sebagian yang telah terungkap namun sebagian besar masih membangun keingintahuan. Namun beberapa waktu lalu para peneliti dari Universitas Yale berhasil menemukan lubang hitam masif yang tampaknya menjadi batas teratas besarnya sebuah lubang hitam.

Lubang hitam dulunya dianggap sebagai objek eksotik yang langka. Namun saat ini telah diketahui kalau lubang hitam adalah objek yang banyak terdapat di seluruh alam semesta ini. Biasanya lubang hitang yang besar dan masif bisa ditemukan di pusat galaksi-galaksi besar. Lubang hitam yang ultra-masif diperkirakan memiliki massa lebih dari 1 milyar kali massa Matahari.

Kali ini, Priyamvada Natarajan dari Yale University dan Radcliffe Institute for Advanced Study beserta Ezequiel Treister dari University of Hawaii menunjukan monster gravitasi terbesar tersebut tidak akan bisa terus tumbuh selamanya. Ada saat dimana mereka menahan laju pertumbuhannya pada saat mereka mencapai akumulasi sekitar 10 milyar kali massa Matahari.

Lubang hitam ultra masif ini ditemukan di pusat galaksi ellips raksasa di dalam galaksi cluster yang sangat besar, dan diketahui sebagai yang terbesar di alam semesta. Bahkan lubang hitam terbesar di pusat Bima Sakti masih ribuan kali kurang masifnya dibanding pemangsa raksasa ini. Namun yang menarik, lubang hitam raksasa yang mengakumulasi massa dengan menghisap materi dari gas, debu dan bintang di area sekelilingnya ternyata tidak mampu bertumbuh melampaui batas yang saat ini tampak di alam semesta. Ini tidak hanya terjadi sekarang, namun di setiap epoch alam semesta mereka akan berhenti bertumbuh saat mencapai batas massa tersebut.

Mengapa lubang hitam itu berhenti berevolusi? Menurut Natarajan, lubang hitam tersebut tampaknya mencapai suatu kondisi ketika lubang hitam meradiasi energinya ketika ia menghisap sekelilingnya, sehingga berakhir dengan mengganggu pasokan gas mereka, yang bisa mengganggu pembentukan bintang di sekitarnya.Penemuan ini memberi implikasi pada studi pembentukan galaksi di masa depan. Hal ini terkait dengan keberadaan lubang hitam yang berada di pusat galaksi dan turut berevolusi bersama.

Sumber Langit selatan

Oksigen secara konstan bocor keluar dari atmosfer Bumi dan masuk ke ruang angkasa. Berita tersebut datang dari Cluster satelit milik ESA yang juga mengkonfirmasikan kalau penyebab kebocoran oksigen tersebut justru berasal dari medan magnetik Bumi sendiri. Jadi medan magnetik Bumi mempercepat terlepasnya oksigen ke angkasa.Data yang dihasilkan Cluster dari tahun 2001-2003 menunjukan selama tahun-tahun tersebut, cahaya bermuatan atom oksigen yang dikenal sebagai ion, keluar dari area kutub menuju angkasa. Cluster juga mengukur kekuatan dan arah medan magnetik Bumi saat cahaya itu ada disana. Hasil analisis data Cluster yang dilakukan oleh Hans Nilsson dari Swedish Institute of Space Physics menunjukan ion oksigen mengalami percepatan akibat perubahan arah medan magnet. Data dari Cluster berhasil memberi informasi kemiringan medan magnetik dan perubahan arahnya berdasarkan waktu.

Sebelum era penjelajahan angkasa, dipercahaya medan magnetik Bumi hanya diisi oleh partikel-partikel angin Matahari. Dan diperkirakan partikel-partikel ini membentuk kondisi yang melindungi Bumi dari interaksi langsung dengan angin Matahari.

Menurut Nilsson, saat ini mereka baru menyadari besarnya interaksi yang terjadi diantara angin Matahari dan atmosfer. Partikel energetik dari angin Matahari dapat diteruskan sepanjang medan magnetik. Dan bila terjadi tabrakan dengan atmosfer Bumi, terjadilah aurora. Biasanya fenomena ini terjadi di kutub bumi. Interaksi yang sama memberikan energi yang cukup pada ion oksigen untuk mengalami percepatan dan keluar dari atmosfer menuju ke area medan magnetik Bumi.

Data yang diperoleh Cluster didapat di atas kutub Bumi saat atelit tersebut terbang pada ketinggian 30000 – 64000 km. Data yang pernah diambil sebelumnya pada tahun 1980-an dan 1990-an menunjukan ion yang lepas bergerak semakin cepat pada ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian diperkirakan ada semacam mekanisme percepatan yang terlibat dan beberapa kemungkinan yang terjadi yang menyebabkan terjadinya perubahan. Dengan data dari Cluster, mekanisme yang berperan dalam sebagian besar proses percepatan bisa diidentifikasi.

Saat ini, lepasnya oksigen dari Bumi bukanlah hal yang harus dikawatirkan. Karena jika dibandingkan dnegan persediaan gas yang mendukung kehidupan di Bumi, jumlah yang lepas tersebut bisa dikatakan sangat kecil. Namun, di masa depan, saat Matahari memasuki masa tuanya dan semakin panas, keseimbangan akan mengalami perubahan dan kehilangan oksigen seperti saat ini akan menjadi hal yang signifikan mempengaruhi kehidupan di Bumi.

Untuk saat ini, Cluster akan terus mengumpulkan data dan memberi pencerahan baru mengenai kompleksnya area magnetik di sekeliling planet biru ini.

Sumber : Langitselatan.com

Tahun 1957 merupakan Laporan awal mengenai penampakan Marfa Light,dimana untuk
pertama kalinya fenomena misterius yang kerap dipanggil “Ghost Light of Texas”
tersebut dimuat sebagai salah satu artikel majalah di Amerika Serikat.
Tetapi,laporan lisan Marfa Light lebih awal sudah dikisahkan oleh Robert Reed
Ellison pada tahun 1883.
Menurut Sejarawan,Cecilia Thompson,dalam bukunya “Marfa History and Presidio
Country”,Mr Ellison memang tidak mencatat kisahnya menyaksikan Marfa Light
didalam memoarnya,namun beliau menceritakannya secara lisan kepada anggota
keluarganya yang lain.
Laporan mengenai penampakan cahaya pijar misterius dimalam hari setidaknya telah
muncul sejak dipermulaan abad-20 lalu dan masih terus berlangsung hingga saat
ini.
Laporan-laporan mengenai Marfa Light digambarkan berupa bola cahaya pijar yang
melayang-layang diudara dalam posisi yang tidak terlalu tinggi dari permukaan
air laut,namun kadang-kadang mereka juga terlihat melayang sangat tinggi diudara.
Cahaya2 yang mereka pancarkan pada umumnya berwarna kuning,jingga,atau merah,
namun tidak sedikit pula yang memancarkan cahaya berwarna biru dan hijau.
Dari beberapa laporan,biasanya bola-bola pijar misterius ini muncul secara
berpasangan maupun berkelompok,sesekali tubuh mereka sering terlihat saling
menyatu satu sama yang lainnya, dan kerap menghilang untuk beberapa saat,lalu
kemudian muncul kembali.Pola-pola gerakan mereka juga sangat bervariasi,pada
awalnya mungkin mereka terlihat tidak bergerak/statis disuatu tempat saja,kemudian
bergerak menyamping dalam kecepatan yang rendah,atau kadang-kadang mereka
terlihat melintas secara kilat secara vertikal maupun horisontal.

Para Marfa Light muncul sesekali waktu dan tak dapat diduga-duga,mungkin mereka
muncul satu kali dalam kurun waktu dua minggu.Tidak ada laporan penampakan pada
siang hari,mereka mucul hanya pada malam hari saja.
Pada umumnya,Marfa Light kerap terlihat disebelah selatan rute 90,lima sampai
lima belas mil sebelah timur Marfa,Texas, pada setiap musim dan diberbagai
kondisi cuaca.
Hingga saat ini,telah banyak orang yang telah menyaksikannya,dan tanpa tahu
sedikitpun mengenai asal-usul mereka yang sebenarnya.
Sebenarnya,fenomena-fenomena misterius seperti ini tidak hanya muncul di kawasan
Marfa,Texas, dibeberapa kawasan didunia juga sering terdengar laporan penampakan
bola pijar melayang seperti itu.Namun hanya dikawasan Marfa-lah mereka paling
kerap dijumpai pada setiap bulannya.
Suatu kawasan di Norwegia sesekali juga sering ditemui fenomena seperti ini,masyarakat
sekitar menyebutnya hessdalen Light,begitu pula dikawasan timur laut Australia
yang kerap disebut fenomena Min’s Light.

Sejumlah proyek penelitian telah dilakukan pada dasawarsa terkahir ini,beberapa
dokumentasi video dan fotografis mengenai penampakan Marfia Light telah banyak
terkumpul,namun sayangnya sampai sekarang belum ada suatu mufakat yang dicapai
dari hasil penelitian.
Keterangan skeptis yang dominan mengatakan bahwa bola pijar tersebut adalah
semacam fatamorgana yang disebabkan oleh perbedaan tekanan suhu yang cukup besar
diantara lapisan-lapisan udara dingin dan hangat.
Namun perlu diketahui,Marfa Light biasanya kerap muncul diketinggian 4.688 kaki
di atas permukaan laut, dan suhu differentials 50-60 derajat dimana tekanan
udara pada ketinggian itu tergolong biasa saja.
Ada pula yang mempertahankan sebuah teori yang menyatakan Marfa Light terbentuk
diakibatkan oleh gejala yang terjadi secara alami, yaitu piezoelectric efek,
yang ditemukan oleh Pierre Curie pada tahun 1883.

Bigfoot sendiri banyak dideskripsikan sebagai makluk hidup misterius (bisa
dikatakan sebagai hewan ngga ya?) yang berfisik mirip dengan Gorila atau
barangkali King Kong,tapi mereka berjalan tegak kaya manusia,Berbulu lebat (biasanya
item warnanya,klo putih bukan Bigfoot lagi namanya,tapi Monster Yeti),tubuhnya
tinggi besar,lebih besar dan tinggi dari manusia normal(menurut para saksi yang
pernah melihat Bigfoot,rata-rata tinggi makluk tsb sekitar 6 kaki).
Bigfoot banyak muncul di Amerika,bahkan berita ahir-ahir ini Bigfoot juga muncul
di Johor,Malaysia (mungkin masih merupakan spekulasi),tapi Pemerintahan Malaysia
sendiri malah semakin giat meneliti jejak-jejak telapak yang ditinggalkan makluk
raksasa di sekitar cagar alam Johor.
Laporan-Laporan Mengenai penampakan Bigfoot

*Potret diatas diambil pada 20 Oktober,1967 dengan menggunakan Kamera Film 16 mm
oleh dua orang pemburu,Roger Patterson bersama kawannya Bob Gimlin di Hutan
Bluff Creek diwilayah utara California.
Mereka dengan tidak sengaja berpapasan dengan makluk misterius yang belum pernah
mereka jumpai sebelumnya sewaktu menjelajah hutan dengan menggunakan Kudanya.
Menurut cerita dari mereka,kemunculanya sangat cepat dan tak diduga-duga,sampai
membuat kuda-kuda mereka panik dan berjingkrakan sehingga menghempaskan mereka
berdua ke tanah.
Bob yang panik,sempat menembakkan senapannya satu kali kearah makluk tersebut,namun
meleset.Makluk itu kemudian berlari meninggalkan mereka.Namun,karena dorongan
rasa penasaran yang kuat,merekapun dengan sesegera bangkit dan mengejar makhluk
misterius tsb.
Sempat kehilangan jejak sesaat,namun tiba-tiba makluk itu muncul kembali dari
sebuah semak.Roger pun dengan inisiatifnya sesegera mungkin mengambil gambarnya
sebelum ia menghilang kembali masuk kedalam lebatnya vegatasi hutan.
Mereka menuturkan,walapun makluk itu berbadan besar,namun larinya cepat,lebih
cepat dari kami,sehingga mereka sangat kewalahan untuk mengejarnya.
Banyak orang mengaggap picture yang mereka ambil mungkin hanya rekaan saja,namun
dugaan ini tidak bisa divonis secepat itu,mengingat para peneliti mengatakan
dari hasil sampel film otentiknya,pict tersebut bukanlah merupakan suatu
rekayasa.Namun benar-benar murni hasil jepretan terhadap suatu obyek makluk
hidup,namun makluk itu sejenis apa, itulah yang masih menjadi pertanyaan
sesungguhnya.
*Laporan juga datang dari pihak yang berwenang Spotsylvania County Landfill,
Virginia Amerika, mengatakan bahwa terdapat potongan kaki seukuran dengan
manusia telah ditemukan namun dipastikan bahwa kaki tersebut bukanlah kaki
manusia.
Berbeda dengan yang terjadi di Indonesia, di beberapa negara luar negeri,
kejadian seperti ini merupakan bukti kejahatan yang serius. Bisa jadi ini adalah
bukti pembunuhan atau bahkan penganiayaan terhadap binatang. Sehingga pelaku
bisa mendapat sangsi yang berat.

Pihak rumah sakit Virgina mengatakan bahwa kaki yang ditemukan adalah species
dari sejenis monyet. Pencarian masih terus dilakukan untuk mencari potongan
tubuh yang lain.
Seorang peneliti di Universitas Wisconsin-Madison dan April D.Truitt yang
bekerja pada pusat penyelamatan binatang primata di Kentucky, mengatakan bahwa
kaki yang ditemukan terlalu besar untuk ukuran kaki primata,
William Dranginis adalah seorang kepala organisasi penelitian Bigfoot di
Virginia memiliki opini khusus atas penemuan ini, dia percaya bahwa potongan
kaki yang ditemukan adalah Kaki Bigfoot. Perlu diketahui bahwa William telah
melakukan penelitian eksklusif untuk mempelajari makhluk aneh selama 10 tahun.
*Pada tanggal 26 Agustus 1957,William Roe menceritakan suatu pengalamannya
kepada sebuah harian lokal bertemu Bigfoot.
Roe sendiri merupakan seorang penjaga cagar alam diwilayah Minesotta,USA yang
baru 2 tahun bekerja.
Waktu pertama kali berjumpa dengan Bigfoot didasar sebuah lembah,dia mengira
makluk tersebut hanyalah seekor Beruang Grizzly.Namun,setelah lebih lama
diperhatikan,makluk itu bukanlah merupakan seekor Grizzly.Menurut penuturannya,tidak
mungkin seekor Grizzly bisa berdiri tegak selama itu.Tangan dan kakinya juga
tidak bisa dibilang merupakan ciri-ciri dari seekor Beruang,apalagi dia tidak
mempunyai moncong.Hidungnya datar dengan mata yang kecil dan gelap.Seluruh
tubuhnya juga penuh dengan bulu yang lebat.
Tingginya dia perkirakan sekitar 6-7 kaki dengan perawakan yang sangat besar,bahkan
lebih besar daripada perawakan Grizzly normal.
Roe sendiri dengan bebas bisa melihat makluk aneh dalam waktu yang cukup lama,karena
dia berada diatas lereng dengan ketinggian 20 kaki dari lembah dimana makluk itu
berdiri.sambil sedikit merunduk,dia sangat terpesona melihat-nya.
Sewaktu dia masuk dan menghilang kedalam vegetasi lebat,Roe sempat mendengar
suara ringkikannya.mirip ringkikan seekor Gorila menurutnya.
Tapi yang membuat dia bingung,sebenarnya itu makluk apa,klo sejenis perimata
mungkinkah dia berdiri atau berjalan setegak itu dan memakan daging seperti yang
dia lihat.

This is a picture of a white Bigfoot like creature sighted often in Fort Worth,
Texas in 1996
This photo was taken in 1997 by a fire fighter captain on the edge of the
Florida Everglades.
Beberapa sebutan untuk Bigfoot

Sudah banyak macam-macam nama yang dipakai untuk menyebut seekor Bigfoot,diantaranya:
– “Bad Idians”
– “Mountain Devils”
– “Omaha Bushman”
– “Sasquatch”
– “Yeren”
– “Yeti” (khusus bagi Bigfoot yang hidup-nya di Alaska yang memiliki bulu putih)
Saat ini,para peneliti banyak yang menghubungkan Bigfoot dengan Gigantopithecus
Blacki,yaitu suatu perimata purba dengan fisik yang sangat mirip dengan
karakteristik dari seekor Bigfoot yang hidup diwilayah Asia sekitar 300.000
tahun lalu.Namun uniknya dari spesies purba tersebut,tak sedikit fosil-fosilnya
juga ditemukan di wilayah Eropa,dan Afrika.
Menurut mereka,mungkinkan mereka sempat bermigrasi dengan melakukan perjalan
sejauh itu?atau mungkinkah mereka juga dapat menyebrangi benua hingga terdampar
ke wilayah Amerika?
Tapi yang benar-benar tidak habis dipikir,jikalau Bigfoot itu termasuk dalam
golongan species Gigantopithecus Blacki yang hidup sekitar 300.000 tahun lalu,bagaimana
ya cara mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak sampai ke-abad 21 ini?
Jejak Kaki Bigfoot

Jejak Kaki Bigfood tentunya sangat berbeda dari jejak kaki hewan lainnya,karena
memang karakteristiknya berbeda jauh,namun jejak kaki Bigfoot sangat mirip
dengan jejak kaki manusia,bedanya punyanya Bigfoot lebih gede.
Makanannya Bigfoot
Menurut para pakar-pakar Cryptozoologi,makanannya Bigfoot diantaranya:
-tanaman-tanaman liar disekitar hutan,seperti jamur,buah-buahan,dll
-Kacang-kacangan dan biji-bijian
-Ikan (salmon,dll)
-Insecta
-Daging hewan (rusa,dll)

Masih ingat kasus Munir, tokoh pembela HAM yang harus mati diracun arsenik? Arsenik adalah zat yang sangat beracun, yang tidak berbau dan tidak berasa; sehingga sangat berbahaya bila dikonsumsi oleh manusia, terutama bila tercampur pada air minum. Tetapi bagaimana bila arsenik kemudian beredar bebas di alam?

Studi terkini dalam Journal Nature Geoscience menunjukkan bahwa, ancaman arsenik telah mengkontaminasi beberapa wilayah di Asia Tenggara! Dari studi di delta Irrawady di myanmar dan pulau Sumatra, Indonesia, ditemukan bahwa air bawah tanah di daerah tersebut telah terkontaminasi oleh arsenik.

Studi geologi menggunakan fitur-fitur geologi dan unsur kimiawi tanah, peneliti telah memetakan beberapa titik panas yang didugan menjadi daerah resiko arsenik. Dari analisis diperkirakan ada sekitar satu juta hektar pantai timur Sumatra berisiko tercemar arsenik. Daerah yang kaya akan sedimen organik yang mengandung pasir halus sedimentasi (silt) dan tanah liat mempunyai kecenderungan untuk mudah terkontaminasi oleh arsenik. Karena merupakan sedimentasi muda yang mungkin sekali melepaskan arsenik dari dalam material sedimentasinya.

Informasi ini diharapkan menjadi perhatian bagi pihak berwenang dalam memerpsiapkan sumur-sumur atau fasilitas air yang harus memperhatikan resiko tinggi kontaminasi arsenik. Sampai saat ini studi arsenik masih sangat sulit dilakukan karena biayanya sangat tinggi dan memakan waktu yang panjang. Sampai saat ini studi yang dilakukan adalah melakukan pemetaan geologi permukaan yang mengidentifikasi pada air tanah yang dangkal, tetapi belum bisa mengatakan seberapa dalam arsenik dalam air tanah.

Disadur dari : LangitSelatan.Com