SAD Indonesia Akui Keunggulan Penarol

Posted: 26 Mei 2008 in SAD Indonesia U-17

sadv10.gif

Tim SAD Indonesia tak mampu mencuri angka dari tim tangguh Penarol dalam lanjutan Liga Uruguay U-17 (Quinta Division) 2008, Sabtu (24/5). Syamsir Alam dkk harus mengakui keunggulan Penarol dengan skor 3-0. Dua gol tim lawan tercipta di babak pertama, sementara satu lagi di babak kedua.

Masih menggunakan pola 4-3-1-2, pelatih Cesar Payovich menurunkan Tri Windu sebagai penjaga gawang. Kuartet pertahanan dipercayakan kepada Alfin, Reffa Money, Ferdiansyah dan Taji. Tiga gelandang sentral diisi oleh Zaenal, Ridwan dan Ismail. Pemain mungil Rinaldi Gunapradiptha berperan sebagai gelandang serang di belakang duet striker Syamsir Alam dan Yandi Sofyan.

Lawan yang dihadapi oleh Indonesia kali ini memang jauh lebih kuat dibandingkan pekan lalu saat membantai Boston River 8-0. Penarol memiliki keunggulan dalam hal fisik dan teknik. Babak pertama menjadi milik tim Penarol yang berhasil mencetak dua gol.

Ketinggalan dua gol membuat pemain SAD Indonesia bermain lebih menyerang. Hasilnya, beberapa peluang tercipta melalui Syamsir Alam dan Sahlan Sodik yang masuk menggantikan Yandi Sofyan. Namun, tak ada yang berhasil menjadi sebuah gol. Justru tim lawan yang berhasil menambah satu gol sekaligus menutup pertandingan dengan skor 3-0.

Pelatih Cesar Payovich melakukan empat kali pergantian pemain dalam laga menghadapi Penarol. Sahlan Sodik menggantikan Yandi Sofyan, Feri menggantikan Taji, Bayu menggantikan Ismail dan Davitra menggantikan Ferdiansyah.

Pekan depan, lawan yang akan dihadapi oleh SAD Indonesia adalah klub Bella Vista.

Sementara itu, seluruh pemain SAD Indonesia telah menyelesaikan ujian akademik yang diberikan oleh guru-guru dari sekolah Ragunan minggu lalu. ” Materi ujiannya cukup sulit. Padahal kita sudah belajar lewat modul yang dikirim sebelumnya,” kata kiper SAD Indonesia, Tri Windu.

Kesulitan yang dialami pemain dalam menempuh ujian akademik memang patut dimaklumi. Pasalnya selama di Uruguay, jadwal mereka cukup padat. Selain disibukkan oleh jadwal latihan dan pertandingan, mereka juga harus belajar bahasa Spanyol. Sementara, untuk mata pelajaran akademik, haris dipelajari secara sendiri-sendiri.

” Rencananya setelah satu tahun belajar bahasa Spanyol, para pemain akan menjalani pendidikan akademik di sekolah yang terdapat di Uruguay,” kata ketua BTN, Rahim Soekasah.

Iklan
Komentar
  1. ronni lasut berkata:

    mas, britanya ok..tp kok sama persis sama yang di web PSSI ya? klo cuman copypaste mbok ya di sebutkan sumbernya…ckk..ckkk..ckkk…

  2. prasetyowidi berkata:

    Thanks buat sarannya y mas ronni….
    Kebetulan saya cek postingan saya ini dan yang lain, rupanya hampir semua tidak mencantumkan sumbernya, tetapi hanya beberapa….

    Insya Allah, pada postingan selanjutnya, sumber yang saya sunting artikel atau wacananya akan saya pampangkan….

  3. ronni lasut berkata:

    saran aja sih, tp kode etik nya ya memang harus bgitu,kalo anda ndak mau di cap blogger tukang copy paste..heheheh keep blogging!

  4. prasetyowidi berkata:

    Thanks banget mas, kebetulan baru pemula….he3x….punya blog mas???saya minta alamatnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s