Kopi Arabika

Posted: 7 April 2008 in All About Kopi

a. Morfologi

Coffea arabica adalah spesies asli yang berasal dari Ethiopia. Tumbuh di Afrika barat, India barat, Brazil dan Jawa. Tanaman ini termasuk dalam familia Rubiaceae (kopi-kopian) dan genus Coffea. Coffea arabica merupakan tanaman perdu tahunan yang memiliki akar tunggang. Tingginya antara 7-12 m dan mempunyai cabang. Percabangan sekunder sangat aktif bahkan pada cabang primer di atas permukaan tanah membentuk kipas berjuntai menyentuh tanah. Panjang cabang primer rata-rata mencapai 123 cm sedangkan ruas cabangnya pendek-pendek. Batang tanaman Coffea arabica berkayu, keras dan tegak dengan warna putih keabu-abuan. Pada ruas-ruas cabang tanaman terdapat daun yang lebat. Daun tersebut tunggal dan berbentuk bulat telur. Tepi daun rata dengan ujung yang runcing. Namun, pada bagian pangkal terlihat tumpul. Daun tanaman Coffea arabica ini mempunyai panjang kira-kira 5-15 cm dan lebar 4-6,5 cm. Secara keseluruhan, daun tampak mengkilat dengan bentuk pertulangan daun menyirip. Daun yang sudah tua berwarna hijau tua, sedangkan daun yang masih muda (flush) berwarna coklat kemerahan. Apabila tanaman Coffea arabica ditanam tanpa penaung, tepi daun menjadi bergelombang dan helaian mengatup ke atas. Oleh karena itu, sepintas bentuk daun tampak oval meruncing ramping. Dalam kondisi normal ada penaung, daun berbentuk oval datar memanjang dan berwarna hijau sangat tua. Bunga tanaman Coffea arabica merupakan bunga majemuk (muncul secara berkelompok). Bunga ini tumbuh di ketiak daun dengan bentuk menyerupai payung. Mahkota bunga berbentuk bintang dan berwarna putih. Masing-masing bunga mempunyai diameter sekitar 1-1,5 cm. Tanaman kopi umumnya akan mulai berbunga setelah berumur ± 2 tahun. Mula-mula bunga ini keluar dari ketiak daun yang terletak pada batang utama atau cabang reproduksi. Tetapi bunga yang keluar dari kedua tempat tersebut biasanya tidak berkembang menjadi buah, jumlahnya terbatas, dan hanya dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang masih sangat muda. Bunga yang jumlahnya banyak akan keluar dari ketiak daun yang terletak pada cabang primer. Bunga ini berasal dari kuncup-kuncup sekunder dan reproduktif yang berubah fungsinya menjadi kuncup bunga. Kuncup bunga kemudian berkembang menjadi bunga secara serempak dan bergerombol. Tidak berbeda dengan bunganya, buah tanaman ini juga tumbuh berkelompok atau bergerombol. Walaupun ukuran buah cukup besar, dompolan buah kurang rapat. Buah yang masih muda berwarna hijau bersih, sedangkan buah yang sudah masak berwarna merah cerah. Bentuk buah adalah bulat telur dengan diameter lebih kurang 10-15 mm. Di dalamnya terdapat biji yang berjumlah dua berbentuk bulat panjang. Berat 100 buah masak merah rata-rata 196 gram.

b. Anatomi

Pada penampang melintang biji kopi tampak spermoderm yang terdiri dari satu lapis sel batu, dinding tebal, lumen lebar, bernoktah, bentuk dan ukuan bermacam-macam, tunggal atau berkelompok. Perisperm terdiri dari sel parenkim yang berbentuk hampir segi empat, dinding tebal, dan lumen lebar. Pada sel yang lebih besar dinding berpenebalan tidak merata, berisi tetes minyak dan aleuron, kadang-kadang butir-butir pati. Serbuk kopi berwarna coklat kehitaman. Fragmen pengenal adalah sel batu lumen lebar bernoktah, parenkim dinding tipis, dan lapisan pigmen parenkim tetes minyak.

c. Fisiologi

Tanaman ini termasuk dalam golongan tanaman C3 karena fiksasi karbon organik pertama ialah senyawa berkarbon tiga, 3-fofogliserat. Tumbuhan C3 yaitu tumbuhan yang fiksasi karbon awal terjadi melalui rubisco, enzim siklus Calvin yang menambahkan CO2 pada ribulosa bifosfat. Tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomata tertutup pada hari yang panas dan kering. Kandungan yang ada yaitu Kafein 1-2 %, tanin, asam klorogenat (kafeotanat), lemak, gula & pentosan.

Beberapa sifat penting Kopi Arabika :

1. Daerah yang ketinggiannya antara 700-1700 m dpl dan suhu 16-20° C.

2. Daerah yang iklimnya kering atau bulan kering 3 bulan/tahun secara berturut-turut, yang sesekali mendapat hujan kiriman.

3. Umumnya peka terhadap serangan penyakit HV, terutama bila ditanam di dataran rendah atau kurang dari 500 m dpl.

4. Rata-rata produksi sedang(4,5-5ku kopi beras/ha/th), tetapi mempunyai harga dan kualitas yang relatif lebih tinggi dari kopi lainnya. Bila dikelola secara intensif produksinya bisa mencapai 15-20 ku/ha/th. Rendemen ± 18%.

5. Umumnya berbuah sekali dalam setahun.

Beberapa varietas kopi yang termasuk kopi arabika dan banyak diusahakan di Indonesia antara lain; Abesinia, Pasumah, Marago Type dan Congensis. Masing-masing varietas tersebut mempunyai sifat agak berbeda dengan yang lainnya.

Jenis-Jenis Kopi yang termasuk Golongan Arabika :

1. Abesinia Bentuk pohon lebih kekar, bisa ditanam di dataran yang lebih rendah, lebih resisten terhadap penyakit HV.

2. Pasumah Bentuk pohon lebih kekar, agak resisten terhadap penyakit HV.

3. Margo Type Ukuran buah lebih besar dan kualitas lebih baik.

4. Congensis Biji berukuran sangat kecil, kurang produktif tetapi resisten terhadap penyakit HV.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1989, Materia Medika Indonesia Jilid V, Depkes RI, Jakarta Campbell, N.A., 2000, Biologi Edisi Kelima Jilid I, 196, Erlangga, Jakarta Soedibyo, M., 1998, Alam Sumber Kesehatan, 225, Balai Pustaka, Jakarta http://www.lablink.or.id/Agro/Kopi/arabica.htm http://en.wikipedia.org/wiki/Coffea_arabica

Iklan
Komentar
  1. dvd complete berkata:

    I fully agree with author opinion.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s