
Menjalankan puasa di negeri orang tentunya menjadi pengalaman baru bagi para pemain SAD Indonesia. Ini adalah untuk pertama kalinya bagi mereka berpuasa di lingkungan yang berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan di tanah air. Namun ternyata, mereka mampu menjalaninya dengan baik dan tanpa kendala apapun.
“Alhamdulillah kita di sini baik – baik saja. Setelah empat hari kita menjalankan puasa, saya dan teman – teman lainnya merasa waktu puasa di sini lebih cepat daripada di Indonesia. Mungkin karena suhu udara di sini lebih segar dan sengatan matahari pun ta terasa menyengat di siang hari,” ungkap Reffa Money, kapten SAD Indonesia.
Pernyataan Reffa Money tersebut dibenarkan pula oleh Rinaldi dan Alan Martha. Bagi mereka, berpuasa di Uruguay malah terasa sangat mengasyikkan. Berpuasa juga tidak mengganggu program latihan mereka.
“ Dari awal kita sudah bertekad untuk berpuasa sebulan penuh tanpa meninggalkan latihan tentunya. Mudah – mudahan semuanya lancar,” kata Alan Martha.
“ Semua berjalan lancar, baik latihan maupun puasa. Mungkin gak enaknya, kita gak bisa ketemu orang tua saja,” pungkas Rinaldi sambil tersenyum.
Seluruh pemain SAD Indonesia memang telah menyadari akan melewati masa-masa seperti ini. Namun, mereka telah memiliki tekad kuat untuk menjadi pemain professional. Mereka tidak ingin masa depan menjadi hancur karena cengeng ataupun tidak bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.
“ Kami dari seluruh keluarga SAD Indonesia mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di Indonesia,” kata Reffa Money.
Sumber : PSSI
31 Oktober 2008 pukul 10:55 am
jangan sokskan dengan ku th……
msh sgn bs maen bola g????