Para Pemain SAD Indonesia Merasa Enjoy Menjalankan Puasa di Uruguay

bburit.gif

Menjalankan puasa di negeri orang tentunya menjadi pengalaman baru bagi para pemain SAD Indonesia. Ini adalah untuk pertama kalinya bagi mereka berpuasa di lingkungan yang berbeda seratus delapan puluh derajat dibandingkan di tanah air. Namun ternyata, mereka mampu menjalaninya dengan baik dan tanpa kendala apapun.

“Alhamdulillah kita di sini baik – baik saja. Setelah empat hari kita menjalankan puasa, saya dan teman – teman lainnya merasa waktu puasa di sini lebih cepat daripada di Indonesia. Mungkin karena suhu udara di sini lebih segar dan sengatan matahari pun ta terasa menyengat di siang hari,” ungkap Reffa Money, kapten SAD Indonesia.

Pernyataan Reffa Money tersebut dibenarkan pula oleh Rinaldi dan Alan Martha. Bagi mereka, berpuasa di Uruguay malah terasa sangat mengasyikkan. Berpuasa juga tidak mengganggu program latihan mereka.

“ Dari awal kita sudah bertekad untuk berpuasa sebulan penuh tanpa meninggalkan latihan tentunya. Mudah – mudahan semuanya lancar,” kata Alan Martha.

“ Semua berjalan lancar, baik latihan maupun puasa. Mungkin gak enaknya, kita gak bisa ketemu orang tua saja,” pungkas Rinaldi sambil tersenyum.

Seluruh pemain SAD Indonesia memang telah menyadari akan melewati masa-masa seperti ini. Namun, mereka telah memiliki tekad kuat untuk menjadi pemain professional. Mereka tidak ingin masa depan menjadi hancur karena cengeng ataupun tidak bisa menyesuaikan diri dengan keadaan.

“ Kami dari seluruh keluarga SAD Indonesia mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat muslim di Indonesia,” kata Reffa Money.

Sumber : PSSI

SAD Indonesia Memasuki Masa Jeda Kompetisi

sadpuasa.gif

Para pemain SAD Indonesia yang tengah berada di Uruguay saat ini memasuki masa jeda kompetisi. Pekan lalu merupakan laga terakhir mereka di Liga Apertura Uruguay U-17 (Quinta Division). SAD Indonesia berada di posisi ke-19 klasemen akhir dari 24 tim yang ikut serta dalam Quinta Division.

Meski tidak ada lagi pertandingan, pelatih Cesar Payovich tetap memberikan latihan kepada Reffa Money dkk. Yang berbeda adalah waktu latihan yang digelar malam hari. Hal ini tentu saja karena disesuaikan dengan keadaan pemain yang berpuasa.

“ Kita latihan malam hari di dalam ruangan. Itupun hanya latihan ringan seperti games dan stretching,” kata Rinaldi Gunapradiptha.

“ Latihan malam digelar dua setengah jam setelah waktu buka puasa. Sementara aktifitas pagi hari lebih banyak diisi dengan istirahat santai. Sore hari jelang berbuka kita juga biasa bermain futsal ataupun kegiatan refreshing lainnya,” imbuh Reffa Money, kapten SAD Indonesia.

Beruntung bagi para pemain SAD Indonesia karena di saat mereka harus menjalankan ibadah puasa, kompetisi putaran pertama (Liga Apertura) telah usai. Selanjutnya mereka akan menjalani liga Clausura pada bulan Oktober mendatang.

“Liga clausura akan diikutin oleh 11 tim, termasuk SAD Indonesia. Jadi kita menyisakan 10 laga yang akan Insya Allah digelar setelah bulan puasa (Oktober). Dan, mungkin juga 10 pertandingan itu akan digelar 2 kali dalam seminggu (Rabu & Sabtu),” jelas Reffa Money.

Sumber : PSSI