PASCA PANEN KOPI

Posted: 17 Juli 2008 in All About Kopi

Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya NO. 115/92
Diterbitkan oleh: Balai Informasi Pertanian Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura
November 1992 Agdex, 187/54

Data statistik AEKI – BPS Ditjenbun tahun 1988 menunjukkan bahwa produksi kopi
Indonesia adalah Arabica 488 kg/thn, Robusta 559 kg/thn dan Dinas Perkebunan
Propinsi Dati I Irian Jaya tahun 1990 seluruhnya 142,46 Ton. Data tersebut bila
dibandingkan dengan produksi kopi di Costarica 1228 kg/thn. Ini menunjukkan
bahwa produktivitas dan mutu kopi masih rendah. Keadaan ini dapat dimaklumi
bahwa kopi Indonesia banyak diusahakan oleh rakyat sekitar 92 %.
Masalah ini dirasakan oleh konsumen-konsumen kopi oleh karena itu ditekankan
kepada produsen produsen kopi, baik berskala besar maupun kecil sampai kepada
petani untuk memperhatikan Pasca Panennya, agar mutu kopi dapat sesuai dengan
kelas mutu ekspor.
A. P A N E N
1. Pemetikan Buah:

Tanaman kopi berbunga tidak serentak dalam setahun, kadang -kadang 3-4
kali atau terus sepanjang tahun oleh sebab itu ada beberapa cara pemetikan:
– Secara Selektif ialah pemetikan dilakukan terhadap buah yang masak.
– Secara setengah selektif ialah dilakukan pemetikan terhadap dompolan
buah yang masak.
– Secara Lelesan merupakan pemungutan terhadap buah kopi yang gugur
karena terlambat pemetikan biasanya rendah mutunya.
– Secara Rajutan merupakan pemetikan terhadap semua buah baik yang
masih hijau biasanya pada pemanenan akhir.
2. Sortasi dilakukan terhadap buah kering (Lelesan) buah masak dan masih
hijau.
3. Panen dan Tenaga : Pembungaan kopi dipengaruhi iklim dan jenis sehingga
menyebabkan waktu pemanenan, sehingga muncul istilah Panen Permulaan,
Panen Utama, dan Panen Akhir. Kopi Jenis Robusta dipanen dalam waktu 8 -
11 tahun, sedangkan jenis Arabica dipanen 6 – 8 tahun setelah pembungaan.
Cara pemetikan mempengaruhi mutu hasil oleh sebab itu harus diperhatikan.
4. Masa Produksi : Kopi Arabica dalam memberikan hasil panen pertama pada
umur 3 – 4 tahun setelah penanaman, produksi penuh pada umur 6 – 8 tahun,
sedangkan kopi Robusta mulai berbuah pada umur 2 tahun dan berproduksi
penuh pada umur 4 tahun.
B. PENGOLAHAN HASIL
Kopi dijual dalam bentuk biji-biji kering yang sudah terlepas dari daging dan kulit
arinya yang disebut Beras Kopi.
Ada dua cara untuk mendapatkan Beras Kopi, yakni pengolahan kering (Dry
Process) dan pengolahan basah (Wet Process).
– Pengolahan Kering Yaitu:
hasil panenan langsung dijemur 10 – 15 hari dengan melakukan pembalikan agar
biji kering benar, lalu disimpan sebagai biji gelondong. Pada saat dijual kopi
gelondong dilepas kulit tanduknya serta arinya. Pengolahan dianggap selesai bila:
a . Kadar air 13 %
b. Kadar kotoran berupa ranting batu, gumpulan tanah, dan benda asing
lainnya 0,5 %.
c. Bebas dari biji yang berbau busuk, berbau kapan dan bulukan
d. Bebas dari serangga hidup.
e. Biji tidak lolos ayakan ukuran 3 x 3 mm.
f. Biji ukuran besar tidak lolos ayakan ukuran 5,6 x 5,6 mm.
– Pengolahan Basah Yaitu
Buah Kopi dipetik kemudian ditumbuk atau dikupas dan dicuci. Setelah itu
dikeringkan, selanjutnya dipisahkan kulit tanduknya dan kulit arinya. Pengolahan
basah dianggap selesai bila:
a. Kadar air 13
b. Kadar kotoran berupa ranting batu, gumpalan tanah dan benda asing
lainnya 0,5 %.
c. Bebas dari serangga hidup.
d. Bebas dari biji yang berbau busuk, berbau kapang dan bulukan.

Sumber : Pustaka-deptan

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s