New Ranking Production Coffee in The World

Brazil is world leader in production of green coffee followed by Vietnam and then Indonesia.

Top Ten Green Coffee Producers — 2005
Country Production (Int $1000) Footnote Production (MT) Footnote
Flag of Brazil Brazil 1,781,684 C 2,179,270
Flag of Vietnam Vietnam 809,384 C 990,000 *
Flag of Indonesia Indonesia 622,986 C 762,006
Flag of Colombia Colombia 558,050 C 682,580
Flag of Mexico Mexico 254,148 C 310,861 F
Flag of India India 224,829 C 275,000
Flag of Ethiopia Ethiopia 212,566 C 260,000 F
Flag of Guatemala Guatemala 177,084 C 216,600 F
Flag of Honduras Honduras 155,860 C 190,640
Flag of Uganda Uganda 152,066 C 186,000 F
No symbol = official figure,F = FAO estimate, * = Unofficial figure, C = Calculated figure;
Production in Int $1000 have been calculated based on 1999-2001 international prices
Source: Food And Agricultural Organization of United Nations: Economic And Social Department: The Statistical Devision

NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi

UH/IA

Asteroid Apophis ditemukan 19 Juni 2004. Kredit Gambar : UH/IA

Benarkah Apophis akan mengakhiri nasib Bumi tahun 2036? Kalau sebelumnya cosmos4u sudah melakukan konfirmasi dengan Don Yeoman dari NEO tentang kemungkinan tabrakan tersebut, kali ini secara resmi pihak NASA-lah yang mengeluarkan rilis berita tentang kemungkinan tabrakan Apophis serta berita yang sedang beredar tersebut.

Dalam berita sebelumnya, Nico Marquardt, seorang siswa berusia 13 tahun, menyatakan Apophis akan menabrak Bumi dalam perbandingan 1:450. Berita yang beredar juga menyebutkan kalau Nico dan NASA sudah mencapai kesepakatan, bahkan NASA telah mengakui kalau ada kesalahan dalam perhitungan mereka.

Dari kantor Near-Earth Object (NEO) Program di NASA’s Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, Calif, dinyatakan bahwa NEO tidak pernah merubah estimasi yang ada saat ini terhadap kemungkinan tabrakan Apophis. Apophis tetap akan memiliki kemungkinan tabrakan yang rendah dengan Bumi yakni 1 : 45000 di tahun 2036. Bahkan NASA khususnya dari NEO Program menyatakan, para peneliti mereka belum pernah melakukan kontak maupun korespondensi dengan siswa tersebut.

Dalam berita sebelumnya, dinyatakan Nico Marquardt melakukan perhitungan terhadap kemungkinan tabrakan antara asteroid Apophis dengan satelit buatan sepanjang close encounter (pertemuan terdekat) degan Bumi pada tahun 2029.

Sayangnya, pada tahun 2029 saat asteroid Apophis tersebut mendekati Bumi, ia tidak akan melewati area di dekat sabuk utama satelit Geosynchronous. Dengan kata lain, kesempatan terjadinya tabrakan dengan satelit buatan sangat jauh.

Karena itu, pertimbangan skenario kemungkinan tabrakan dengan satelit tetap tidak akan mempengaruhi kemungkinan tabrakan yang sudah diperhitungkan saat ini, yakni satu berbanding 45.000.

NASA, khususnya program NEO, bertugas untuk mendeteksi dan mencari jejak asteroid dan komet yang melintas dekat Bumi. Mereka akan mencari dan menghitung jejak orbit si objek untuk menentukan apakah peristiwa itu berbahaya bagi Bumi atau tidak.

Disadur dari : Ivie. 2008. NASA Mengungkap Nasib Apophis dan Bumi. http://langitselatan.com/2008/04/17/nasa-mengungkap-nasib-apophis-dan-bumi/ [27 April 2008]

SAD Indonesia Kalah 3-4 Dari Miramar

vsrampla.gif

Tim SAD Indonesia harus menerima kekalahan dari Miramar Misiones dalam lanjutan Liga Uruguay U-17 pekan ke-6 Minggu(20/4). Syamsir Alam dkk harus menerima kenyataan pahit kebobolan pada masa injury time oleh tim lawan sehingga skor akhir menjadi 4-3 untuk kemenangan tuan rumah Miramar. Dalam pertandingan yang berlangsung dramatis tersebut, wasit mengeluarkan dua kartu merah.

Pelatih Cesar Payovich kembali menerapkan pola 4-3-1-2. Sahlan Sodik dan Syamsir Alam bergantian memerankan posisi gelandang serang di belakang dua striker. Namun para pemain SAD Indonesia mengawali pertandingan dengan tidak terlalu bagus. Mereka terlalu banyak kehilangan bola dan bermain monoton.

Kondisi menjadi lebih baik bagi Indonesia pada menit ke-30, saat wasit memberikan kartu merah kepada pemain lawan. Sejak itu, Indonesia mampu bermain lebih tenang dan mampu menguasai bola dengan baik. Tercatat pada babak pertama ini, Indonesia memiliki tiga peluang emas yang dimiliki oleh Alan Martha, Sodik dan Syamsir. Sayang ketiganya gagal membuahkan gol padahal mereka tingal berhadapan dengan kiper lawan. Namun semua itu juga tak lepas dari penampilan gemilang kiper Miramar sepanjang pertandingan.

Terus menerus menyerang namun gagal membuahkan gol, lini belakang Indonesia justru lengah. Tiga menit jelang babak pertama berakhir, SAD Indonesia dikejutkan oleh sebuah tendangan dari luar kotak penalti. Tri Windu cukup terkejut dan tak mampu mengamankan gawangnya dari kebobolan.

Memasuki babak kedua, SAD Indonesia bermain semakin ofensif. Cesar mendorong Syamsir lebih ke depan sehingga formasi menjadi 4-3-3. Namun kembali Indonesia harus kebobolan lewat serangan balik cepat tim Miramar.

Beberapa menit kemudian, akhirnya usaha SAD Indonesia mencetak gol membuahkan hasil. Bek kanan Alfin berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2 lewat eksekusi penalty setelah Sahlan Sodik dilanggar di kotak penalty lawan.

Lima menit berselang, Sebuah aksi individu Syamsir Alam di sisi kanan melewati beberapa pemain lawan, diakhiri dengan umpan sempurna kepada Alan Martha yang menyambutnya dengan sebuah gol yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Sayang, di tengah permainan SAD Indonesia yang semakin membaik, Kapten Reffa Money diusir wasit setelah menerima kartu merah. Pelatih Cesar Payovich mengaku tidak habis fikir dengan keputusan wasit yang dianggapnya berlebihan dan tanpa alasan yang jelas.

Keluarnya Reffa yang selama ini menjadi jenderal di lini belakang otomatis menyisakan lubang. Formasi pun berubah menjadi 3-3-3. Dan, petaka pun datang menghampiri Indonesia. Sebuah antisipasi kurang sempurna dari Taji malah menghasilkan gol bunuh diri. Skor 3-2 untuk Miramar.

Kembali tertinggal, Indonesia tak mau menyerah. Hasilnya, Syamsir Alam berhasil mencetak gol fantastis lewat tendangan keras dari jarak 35 meter. Gol yang kembali membuat skor menjadi imbang, 3-3. Pertandingan sepertinya akan berakhir imbang, namun pada masa injury time, sebuah tindakan tidak perlu dilakukan oleh Taji yang berakibat hukuman penalty. Pelanggaran tersebut terjadi setelah Taji menjegal lutut striker Miramar yang berada di kotak penalty Indonesia. Padahal ia sebenarnya tidak terlalu membahayakan gawang dan tidak dalam posisi menghadap ke gawang Tri Windu.

Penalti tersebut berhasil dieksekusi dengan baik dan skor menjadi 4-3 bagi kemenangan Miramar. (asp)

Skuad SAD Indonesia :

Keeper: Triwindu.

Pemain Belakang : Alfin (Ismail) – Reffa (cap) – Ferdi – Yericho.

Pemain Tengah : Feri (Taji) – Davitra (Ridwan) – Rinaldi.

Gelandang Serang : Syamsir Alam.

Striker : Sahlan Sodik – Alan Marta (Novri).

Disadur dari : PSSI. 2008. SAD INDONESIA KALAH DARI MIRAMAR. http://www.pssi-football.com/id/view_news_111082.php?id=1530 [27 April 2008]