Produksi Kopi

Produksi kopi di Indonesia saat ini mencapai 600.000 ton per tahun. Lebih dari 80 persen produksi tersebut berasal dari perkebunan rakyat. Perkebunan ini merupakan kumpulan dari kebun-kebun kecil yang dimiliki oleh petani dengan luasan antara 1 sampai 2 ha. Mereka tidak mempunyai modal, teknologi, dan pengetahuan yang cukup untuk mengelola tanaan yang mereka miliki secara optimal. Dengan demikian, produktivitas tanaman relatif rendah dibandingkan dengan potensinya. selain itu, petani umumnya jugabelum mampu menghasilkan biji kopi dengan mutu seperti yang dipersyaratkan untuk ekspor. Beberapa faktor penyebab adalah minimnya sarana pengolahan, lemahnya pengawasan mutu pada seluruh tahapan proses pengolahan dan sistem tata niaga kopi rakyat yang tidak berorentasi pada mutu.
Kriteria mutu kopi yang meliputi aspek phisik, citarasa dan kebersihan serta aspek keregaman dan konsistensi sangat ditentukan oleh perlakuan pada setiap tahapan proses produksinya. Tahapan (aliran) proses dan spesifikasi alat dan mesin produksi yang menjamin kepastian mutu harus di secara rutin agar pada saat terjadi penyimpangan mutu, suatu tindakan koreksi yang tepat sasaran dapat segera dilakukan.
Pabrik minuman kopi di luar negeri telah menerapkan otomatisasi dalam proses produksinya. Mereka membutuhkan pasokan bahan baku bermutu tinggi, seragam dan konsisten dari waktu ke waktu. Jika hal ini tidak dipenuhi, mereka setiap saat harus merubah formula dan prosedur kerja. Kdeuanya menyebabkan enefisiensi dan pada akhirnya akan mengurangi daya saing produknya. Selain itu, dalam lima tahun terakhir ini kontaminasi okhratoxin pada biji kopi mulai mendapat sorotan yang serius oleh konsumen Eropa. Kontaminasi senyawa tersebut umumnya terjadi sebagai akibat proses pengeringan yang kurang sempurna sehingga jamur penyebab tumbunya okhratoxin menjadi aktif. Jika aspek ini diasukkan sebagai salah satu kriteria, maka hal ini merupakan ancaman yang serius bagi kelangsungan ekspor komoditi tersebut.
Selain adanya jaminan mutu, suatu produk pertanian akan relatif mudah dipasarkan pada tingkat harga yang menguntungkan jika tersedia dalam kuantum yang cukup dan waktu pasokan yang tepat serta berkelanjutan. Ekspor biji kopi sat ini dilakukan dengan sistem kontainer. Satu kontainer memuat komoditi dengan mutu tinggi dan seragam, demikian juga pada pengiriman berikutnya. Kapasitas satu kontainer mencapai 20 – 30 ton biji kopi siap ekspor. Kapasitas tersebut hanya dapat dipenuhi jika petani mengolah hasil panen mereka secara kelompok.
Sebelum dimasukkan ke dalam kontainer, baik biji opi harus diuji mutunya secara laboratoris dan secara visual dan dicocokkan dengan nilai standard mutu yang berlaku. Konsumen biji kopi lebih mengutamakan citarasanya. Secara umum, hanya biji kopi rakyat bermutu tinggi yang dapat diekspor dengan harga yang wajar, sebaliknya sisanya (under grade) harus donoversi menjadi produk sekunder yang dapat dikonsumsi oleh konsumen secara langsung, misalnya biji kopi menjadi kopi bubuk. Selain dapat meningkatkn niai tambah, upaya tersebut dapat mencegah pencampuran kembali biji kopi mutu rendah (hasil sortasi) ke dalam biji kopi mutu baik.

Disadur dari : ICCR. 2008. Produksi Kopi. http://www.iccri.net/alat.htm [8 April 2008]

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI)

Sejarah

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PPKKI) didirikan pada 1 Januari 1911 dengan nama waktu itu Besoekisch Proefstation. Setelah mengalami beberapa kali perubahan baik nama maupun pengelola, saat ini secara fungsional PPKKI berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian Republik Indonesia, sedangkan secara struktural dikelola oleh Lembaga Riset Perkebunan Indonesia – Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (LRPI – APPI).
Sejak berdiri pada tahun 1911, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jl. PB. Sudirman No. 90 Jember. Namun mulai 1987 seluruh kegiatan/operasional dipindahkan ke kantor baru berlokasi di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Jember berjarak + 20 km arah Barat Daya dari Kota Jember

Tugas Pokok dan Fungsi
Melakukan penelitian guna mendapatkan inovasi teknologi di bidang budidaya dan pengolahan hasil kopi dan kakao
Melakukan kegiatan pelayanan kepada petani/pekebun kopi dan kakao di seluruh wilayah Indonesia guna memecahkan masalah dan mempercepat alih teknologi
Membina kemampuan di bidang sumberdaya manusia, sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan penelitian dan pelayanan.

Visi dan Misi
Menjadi salah satu lembaga penelitian dan pengembangan kopi dan kakao yang unggul dan terpercaya di Asia pada tahun 2025
Melaksanakan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan inovasi agroindustri kopi dan kakao yang sesuai dengan dinamika kebutuhan pengguna
Rencana Strategis

Tujuan

Menghasilkan inovasi teknologi yang komprehensif, yang dapat menunjang; peningkatan produktivitas tanaman kopi dan kakao, peningkatan dayasaing kopi dan kakao melalui peningkatan kualitas dan diversifikasi produk, konservasi dan efisiensi sumberdaya, terciptanya industri perkebunan yang mantap dan berkesinambungan.

Program
Program penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia mengacu program Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, antara lain meliputi program:

Program penelitian dan pengembangan sumberdaya pertanian, dengan kegiatan: penelitian hibrida kopi tahan nematoda parasit untuk daerah beriklim basah, eksplorasi, konservasi, koleksi, dan pemanfaatan plasma nutfah kopi dan kakao
Program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan strategis komoditas perkebunan:  Perakitan teknologi pengendalian hama penggerek buah kakao dan penyakit busuk buah kakao, optimalisasi lahan perkebunan kopi dan kakao pola konservasi dengan tanaman industri, rekayasa teknologi industri hilir kopi dan kakao skala kelompok tani
Program pengembangan sumberdaya informasi iptek, diseminasi dan penjaringan umpan balik: Diseminasi, penyuluhan dan penyebaran informasi hasil penelitian

Sumberdaya Manusia

Sumberdaya manusia Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia saat ini berjumlah 281 orang, yang terbagi dalam 3 bidang tugas, yaitu bidang penelitian dan pelayanan, bidang usaha, dan bidang administrasi/penunjang. Peneliti berjumlah 27 orang, terdiri atas 8 orang berijasah S3, 16 orang berijasah S2, dan 3 orang berijasah S1. Berdasarkan jabatan fungsionalnya dapat dikelompokkan 7 orang Peneliti Utama, 12 orang Peneliti Madya, 6 orang Peneliti Muda, 1 orang Peneliti Pertama, dan 1 orang peneliti non kelas.

Sarana Penelitian
Kebun Percobaan dan Areal Kantor seluas 380 ha, terdiri atas kebun percobaan kopi arabika (KP. Andungsari ketinggian 100-1.200 m dpl.), kopi robusta dan kakao (KP. Kaliwining dan KP. Sumberasin ketinggian 45-550 m dpl.). Laboratorium yang dipunyai seluas 2.365 m2 dengan peralatan sejumlah 850 unit. Terdiri dari Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Laboratorium Fisika Tanah, Kimia Tanah dan Biologi Tanah, Laboratorium Kultur Jaringan, Laboratorium Mekanisasi Pertanian, Laboratorium Pengolahan Hasil, Laboratorium Pengawasan Mutu, Pusat Informasi dan Pelatihan.  Koleksi buku dan majalah di perpustakaan sebanyak 38.706 judul dan 38.983 eksemplar, terdiri atas 7.622 judul artikel tentang kopi, 5.024 judul artikel kakao, dan lebih dari 15.677 judul artikel tentang karet, tembakau, dan tanaman lainnya.
Disseminasi hasil penelitian dilakukan lewat penerbitan Jurnal Penelitian Kopi dan Kakao PELITA PERKEBUNAN, Majalah semi populer WARTA PUSAT PENELITIAN KOPI DAN KAKAO, brosur teknis, leaflet, poster, forum pameran, forum pelatihan, forum temu teknis maupun simposium

Untung Ruginya Minum Kopi



CERITA DIBALIK SECANGKIR KOPI….

Penulis: Budi Sutomo

Menikmati secangkir kopi di kala sore hari pasti sangat nikmat, apalagi ditemani dengan sepotong cake atau makanan kecil lainnya. Namun apa jadinya jika sedang asik menikmati cappuccino di coffee shop langganan tiba-tiba Anda dihampiri segerombolan wanita pembenci kopi?!.

Cerita di atas memang belum terjadi di sini, namun di London, pada tahun 1674 sekelompok wanita mendirikan Women Petition Against Coffee alias petisi wanita pembenci kopi, Apa pasal? Ternyata wanita di sana cemburu dan kesal karena para suami lebih betah nongkrong sambil menyeruput secangkir kopi di caffee house dari pada berkumpul dengan anak istri diruma. Ingin tau lebih jauh tentang kopi? Simak ulasan berikut.

Jenis Kopi
Pada mulanya biji kopi (Coffee sp) hanya terdiri dari jenis Arabica dan Robusta. Arabica mempunyai biji lebih kecil dibandingkan Robusta, kandungan kafeinya lebih rendah, rasa dan aroma lebih nikmat dan harga relatif lebih mahal. Robusta lain cerita, biji kopi ini utiranya besar, bentuknya oval, tinggi kafein dan memiliki aroma yang kurang harum. Kita lebih mengenal kopi Toraja atau kopi Jawa yang berasal dari varietas kopi Arabica atau kopi Lampung dan Bali dari jenis Robusta.

Proses Pembuatan
Nikmatnya secangkir kopi memang sebanding dengan proses membuatnya. Berawal dari biji kopi tua, dijemur hingga kering, digiling untuk memisahkan kulit dengan bijinya, disangrai hingga hitam, dihaluskan baru diseduh dengan air panas.
Saat ini banyak bermunculan kedai kopi, mulai dari warung sederhana yang menyediakan kopi tubruk hingga coffee house dengan cappuccino, espresso dan latte sebagai minuman andalan. Penikmat kopi sejati lebih menyukai kopi tubruk atau Espresso; kopi yang dibuat dengan cara menyemprotkan uap panas bertekanan tinggi ke dalam bubuk kopi lebih cocok karena citarasa khas kopi lebih terasa. Bagi pemula, Cappuccino; satu porsi kopi espresso yang ditambah susu dan taburan kayu manis bubuk atau latte; setengah porsi espresso yang ditambah susu cair lebih cocok karena citarasa kopi lebih ringan. Untuk rasa yang lain, irish Coffee; kopi panas yang diberi irish whisky dengan topping krim kocok menjanjikan sensasi yang berbeda bagi penikmat kopi.

Untung Rugi Minum Kopi
Beberapa penelitian ilmiah membuktikan, kalau minum kopi bermanfaat untuk kesehatan. Seperti yang dilakukan tim dari University of Houston, Texas. Penelitian yang dilakukan pada warga Irlandia yang suka minum kopi dengan ditambah whisky dapat menurunkan hingga 80% risiko serangan stroke. Kopi juga dapat menyembuhkan sakit kepala akibat ketegangan, seperti yang diungkap Dr. Seymour Diamond dari Diamond Headache Clinic. AS. Pakar lain berpendapat kandungan kafein Kopi dipercaya mampu meningkatkan libido seksual pria. Senyawa kafein bisa menghilangkan rasa lelah, kantuk dan meningkatkan kewaspadaan saraf motorik.
Selain manfaat beragam manfaat, kopi juga mempunyai sisi buruk terutama bagi para wanita. Laporan hasil penelitian rumah sakit Christchurch, Selandia baru mengungkap, sebagian besar wanita pecandu kopi akan melahirkan bayi yang sulit bernafas saat dilahirkan. Sedangkan penelitian Sven Cnattingius dari Karolinska Institute, Swedia, mengungkap; wanita yang mengkonsumsi 100 mg kafein/hari akan lebih mudah mengalami keguguran. Pakar kesehatan juga berpendapat kalau minum kopi lebih dari 6 cangkir sehari dapat meningkatkan kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida penyebab stroke.

Disadur dari : Sutomo, Budi. 2008. Untung Ruginya Minum Kopi. http://budiboga.blogspot.com/2006/05/untung-rugi-minum-kopi.html [8 April 2008]

PRESIDEN: KALAU MAU TIDUR DI LUAR SAJA

a

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah saat memberikan pembekalan kepada peserta forum konsolidasi pimpinan pemerintahan daerah di Gedung Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (8/4). Dia memergoki dan menegur seorang peserta forum yang tidur. “Kalau mau tidur di luar saja,” ujar Presiden.

Akibat kejadian tersebut, Kepala Negara sempat meminta forum agar tidak bermain-main dengan tanggung jawab. Menurut Presiden, pemimpin seharusnya bisa memberi teladan yang baik kepada rakyat. Presiden mengatakan kepada Lemhanas agar tidak meluluskan orang yang pintar namun memiliki kepribadian buruk.

Dalam kesempatan itu, Presiden membekali peserta soal penghematan energi. Kepala Negara juga sempat mengeluarkan keluhannya ihwal proses pemilihan umum yang melelahkan dan menguras biaya tinggi. Karena itu, berbagai wacana termasuk pemekaran daerah perlu dihentikan. Apalagi kalau pemekaran itu tidak efektif.(**)

Ditulis dalam Hot News. 3 Komentar »